Chat with us, powered by LiveChat

Resmi Jadi Tersangka, Jokdri Bakal Dijerat dalam Kasus Pidana Lain

Resmi Jadi Tersangka, Jokdri Bakal Dijerat dalam Kasus Pidana Lain

JawaPos.com – Meski sudah menetapkan status tersangka kepada Joko Driyono, bukan berarti kerja Satgas Antimafia Bola terhadap plt Ketum PSSI itu sudah berakhir. Pihak satgas justru terus menelusuri bukti-bukti lain untuk menjerat Joko Driyono dalam kasus berbeda.

Itu tidak lepas dari uang Rp 160 juta yang ditemukan dalam penggeledahan di Tower 9 Rasuna Office Park pada 15 Februari. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, satgas semakin yakin adanya pidana lain yang diduga terkait dengan Jokdri.

Karena uang yang diduga kuat terkait kasus pidana. ”Tapi, kami tunggu hasil analisis PPATK,” tutur Dedi.

Nantinya, uang itu akan dilihat darimana asalnya. Siapa pemberi uang dan apakah ada aliran dana lainnya. Adanya pengakuan dari sopir Jokdri-panggilan Joko Driyono-bahwa seringkali diminta mengirim yang tentunya juga menjadi petunjuk.

”Tidak hanya dari uang itu, tapi PPATK juga melihat dari transaksi keuangan lainnya. Apakah masuk ke Liga 3 atau liga lainnya,” jelasnya.

Apabila diketahui transaksi keuangan itu dalam pertandingan apa, maka akan dilihat siapa perangkat pertandingannya. ”Tapi, pendalaman semacam ini butuh proses,” papar mantan Wakapolda Kalteng tersebut.

Lalu, apakah ada orang di atas Jokdri yang menyuruh untuk merusak barang bukti? Dia menjelaskan bahwa sejauh ini aktor intelektualnya hanya Jokdri. Yang memerintahkan tiga orang untuk merusak barang bukti. ”Belum ada,” imbuhnya.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono menerangkan bahwa sejauh ini memang mereka masih melakukan proses verifikasi. Selain menunggu hasil audit dari PPATK, beberapa dokumen yang sudah disita juga sedang didalami penyidik.

’’Karena itu, kami jadwalkan 27 (Februari, Red) melakukan pemeriksaan lagi kepada yang bersangkutan (Jokdri),’’ terangnya.

Jokdri saat ini pun belum ditahan. Argo beralasan meski sudah jadi tersangka dan diduga dalang perusakan barang bukti, mereka memang tidak melakukan penahanan. ’’Semuanya tergantung penyidik, kan sudah dicekal untuk sementara,’’ bebernya.

Nah, kemungkinan Jokdri bisa dijerat untuk kasus pidana lain memantik respons dari Kejaksaan Agung. Kejagung sendiri secara khusus menyiapkan tim khusus untuk memantau penyidikan kepada alumnus ITS tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Mukri menerangkan, tim khusus tersebut dibentuk setelah Kejagung menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Jokdri. ’’Dari surat tersebut, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung sudah menerbitkan surat penunjukan tim,’’ ujarnya.

Tim itu berasal dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Nantinya, tim JPU ini diterangkan Mukri bakal mengikuti perkembangan penyidikan Jokdri. ’’Juga nanti akan meneliti hasil penyidikan kasus perusakan barang bukti skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola nasional tersebut,’’ ungkapnya.

Harapannya, nanti ketika penyidikan selesai, pemberkasan yang dilakukan oleh satgas bisa maksimal. Tim JPU nanti akan memberi saran terkait bagianmana dari berkas yang harus dipenuhi. ’’Akan berkoordinasi,’’ paparnya.

Jokdri memang terancam pasal berlapis atas statusnya merusak barang bukti. Dia disebut-sebut jadi otak yang memerintahkan tiga tersangka  yakni Muhammad Mardani alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur. Dia terancam empat pasal sekaligus, yakni Pasal 363 KUHP, 232 KUHP, 233 KUHP, dan 235 KUHP. 

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : (rid/idr/ham)

Source of Article : “Jawapos.com”, Provided by SBOBET and intend just to provide news to enrich visitor knowledge