Bahagianya Tukang Becak Tadda, Korban Abu Tours Bisa Naik Pesawat

Bahagianya Tukang Becak Tadda, Korban Abu Tours Bisa Naik Pesawat

Maros – Antara cemas dan bahagia, pengayuh becak Korban Abu Tours, Daeng Tadda (83) bersama istrinya, Daeng Lenteng (50), berangkat ke Jakarta. Ini kali pertama Daeng Tadda naik pesawat terbang dan pergi ke Jakarta.

“Baru kali ini saya sama istri saya pergi jauh-jauh. Setiap hari hanya di rumah dan di pasar saja cari penumpang. Naik pesawat juga baru kali ini,” kata Daeng Tadda kepada detikcom jelang terbang menuju Jakarta untuk menghadiri undangan televisi swasta, Selasa (17/4/2018).

Mereka terlihat cemas, karena pasangan suami istri ini tidak pernah pergi jauh, apa lagi naik pesawat. Bagi mereka, ini juga merupakan pengalaman pertama menginjakkan kaki di Ibu Kota Jakarta, setelah hampir seluruh hidupnya dihabiskan dengan mengais rezeki sebagai petani dan juga pengayuh becak di Pasar Bulu-bulu, Maros.

“Bapak saya ini tidak bisa baca tulis dan agak sulit juga berbicara bahasa Indonesia, jadi harus didampingi. Kami sekeluarga sangat bahagia mendapatkan kesempatan yang luar biasa ini,” lanjut anak Daeng Tadda yang ikut menemani orangtuanya sebagai penerjemah.

Daeng Tadda merupakan seorang pengayuh becak yang menabung uang Rp 10 ribu perhari selama 10 tahun untuk berangkat umrah melalui Abu Tours. Hanya saja, impian itu kini sirna saat CEO Abu Tours, Hamzah Mamba mendekam di jeruji besi Polda Sulsel.

Daeng Tadda sehari-hari berprofesi sebagai tukang becakDaeng Tadda sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak Foto: Mohammad Bakrie

Warga Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Maros, Sulawesi Selatan ini menyetor uang ke Abu Tours bersama istrinya, masing-masing Rp 17 juta pada Agustus 2017 lalu dan dijanjikan berangkat pada Januari dan Februari 2018, tapi urung terjadi.
(tfq/asp)

Sumber Berita Detik.Com Sbobet