Bamsoet: Polemik Single Mux-Multi Mux RUU Penyiaran Hampir Beres

Bamsoet: Polemik Single Mux-Multi Mux RUU Penyiaran Hampir Beres

Jakarta – Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap Rancangan Undang-undang Penyiaran segera diparipurnakan untuk disetujui menjadi RUU inisiatif DPR. Bamsoet merenangkan, perdebatan antara konsep single mux dan multi mux sudah hampir selesai.

“Perdebatan antara penggunaan sistem single mux dan multi mux sudah hampir selesai. Di mana pada sistem single mux penguasaan frekuensi dan infrastruktur digital dipegang sepenuhnya oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Televisi Republik Indonesia (LPP RTRI),” kata Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (17/4/2018).

Hal ini disampaikan Bamsoet saat menerima kunjungan Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) di kantornya. Konsep single mux dan multi mux merupakan salah satu isu krusial RUU Penyiaran.

“Sementara, pada sistem multi mux, penguasaan frekuensi dipegang banyak pemegang lisensi yang terdiri dari perusahaan-perusahaan penyiaran swasta dan pihak pemerintah,” terang Bamsoet.

Selanjutnya, Bamsoet berujar pimpinan DPR segera mengundang Menkominfo Rudiantara untuk menjelaskan konsep hybrid multiplexing. Sistem ini merupakan campuran antara sistem single mux dan multi mux. Dengan sistem ini, nilai plus yang ada di sistem single mux dan multi mux akan diambil dan dikombinasikan.

“Pimpinan DPR akan segera memanggil Menkominfo untuk duduk bersama menjelaskan konsep hybrid multiplexing untuk sistem apa dipakai dalam RUU Penyiaran,” papar Bamsoet.
(dkp/dkp)

Sumber Berita Detik.Com Sbobet