Cawapres 2019 PKS Tinggal Anis Matta dan Aher?

Cawapres 2019 PKS Tinggal Anis Matta dan Aher?

Cawapres 2019 PKS Tinggal Anis Matta dan Aher?Anis Matta dan Ahmad Heryawan (Aher) disebut yang berpeluang terbesar terpilih sebagai capres/cawapres yang akan dipilih PKS dalam sidang Majelis Syuro (Foto: Dok. detikcom)

Jakarta – PKS segera mengumumkan satu nama dari 9 kandidat capres/cawapresnya lewat sidang Majelis Syuro. Nama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan eks Presiden PKS Sohibul Iman menjadi dua kandidat yang disebut-sebut memiliki peluang terbesar.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) yang menyebut Aher menjadi kandidat dengan suara terbanyak. Total ada 9 nama kandidat capres/cawapres PKS, termasuk HNW sendiri.

“Ya kalau di PKS kan objektifnya dari sembilan nama itu, suara terbanyak adalah Pak Aher,” ujar HNW di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018) kemarin.

“Sembilan nama itu kan hasil pemilihan internal PKS, nomor satu Pak Aher, nomor dua saya, nomor tiga Pak Anis Matta, nomor empat Pak Irwan Prayitno, nomor lima Shohibul Iman, dan seterusnya sampai nomor sembilan,” imbuh Wakil Ketua MPR itu.

Soal kekuatan Aher dan Anis Matta juga disampaikan elite PKS Nasir Djamil. Dia menyatakan menjagokan Aher dan Anis untuk dipasangkan bersama capres Gerindra, Prabowo Subianto.

“Memang dari 9 nama itu, yang paling punya peluang itu dua, Anis Matta dan Aher,” kata Nasir di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4).

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menyebut sosok cawapres untuk Prabowo harus memenuhi 3 syarat, yaitu punya insentif elektoral, bisa diterima koalisi, dan bisa bekerja sama dengan Prabowo. Nasir sepakat cawapres dari PKS yang akan mendampingi capres Gerindra harus bisa memenuhi syarat yang diterapkan Gerindra.

Bagi Nasir, hanya dua nama di atas yang memenuhi kriteria Gerindra. Nasir juga menyinggung kesiapan logistik Anis Matta dan Aher menjelang Pilpres 2019.

“Tentu cawapres itu harus mampu menambah elektoral, itu wajib, bahkan juga bisa membantu secara logistik. Jadi ada dukungan politik, dukungan logistik, dukungan massa, ya kan, dan juga bagaimana jaringan itu bisa dibangun,” ucap Nasir.

“Anis Matta dengan jaringannya, jaringan yang dia bangun, kemudian dia sudah punya komunikasi bagus dengan semua elite-elite politik. Sedangkan Aher, dia punya pengalaman, prestasi di Jabar, dia juga sangat-sangat berjuang karena dia punya rakyat yang jumlahnya banyak, mungkin ada semacam keterikatan emosional mantan gubernurnya diajak cawapres,” tambah anggota Komisi III DPR itu.

Sebenarnya soal 9 kandidat capres/cawapres menjadi salah satu penawaran PKS bila Gerindra ingin mereka bergabung sebagai koalisi. PKS yang punya 7,1 persen kursi di parlemen pun bisa menambal kebutuhan Gerindra untuk golkan Prabowo jadi capres. Tentu saja PKS jadi punya posisi tawar yang tinggi sehingga mereka pun mengajukan syarat.

“Kami siap berkoalisi dengan Pak Prabowo asal cawapres diambil dari yang 9 (nama) itu,” ujar Presiden PKS Sohibul Iman di sela-sela acara ‘Jalan Sehat PKS’ di Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2018).

Sembilan nama itu adalah kader PKS yang sebelumnya disiapkan sebagai capres. Mereka adalah Gubernur Jawa Barat dari PKS, Ahmad Heryawan (Aher); Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid; Mantan Presiden PKS, Anis Matta; Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Kemudian Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman; Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al’Jufrie; Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring; Ketua DPP PKS, Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.

PKS akan segera mengumumkan satu nama dari 9 kandidat capres/cawapresnya itu lewat sidang Majelis Syuro. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut Majelis Syuro akan mengundang Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

“Majelis Syuro biasanya bisa mengundang tamu,” sebut Mardani kepada wartawan, Senin (16/4). Hal ini disampaikan Mardani saat ditanya soal kedatangan Prabowo dalam sidang Majelis Syuro.
(elz/jbr)

Sumber Berita Detik.Com Sbobet