Debat Elite PAN Vs Hanura Gegara Partai Setan

Debat Elite PAN Vs Hanura Gegara Partai Setan

Jakarta – Pernyataan Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais kembali menuai polemik. Pernyataan yang mendikotomikan parpol di Indonesia menjadi ‘partai setan’ dan ‘partai Allah’ itu menimbulkan perdebatan antara elite PAN dan Partai Hanura.

Amien, yang juga Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212, berbicara tentang partai setan dan partai Allah dalam tausiahnya pada Jumat (13/4). Dia menyebut PAN, PKS, dan Gerindra ada untuk membela agama Allah. Sedangkan orang yang anti-Tuhan bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan.

Amien tak membeberkan partai apa saja yang masuk kategori partai setan. Ditanya seusai acara, Amien menyatakan yang dimaksudnya adalah cara berpikir, bukan partai dalam konteks politik praktis.

“Saya nggak katakan begitu. Jadi ini bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Yang cara berpikir gelombang manusia yang prosetan itu pasti akan merugi, sementara gelombang besar yang didikte oleh kehendak Allah pasti menang,” kata dia.

Pernyataan Amien itu menimbulkan pro dan kontra. Yang disebut sebagai partai Allah tentu saja memberi apresiasi kepada eks Ketua MPR itu. Namun kritik banyak datang dari partai pendukung pemerintah, salah satunya Hanura.

Ucapan Amien Rais itu memang membuat politikus senior tersebut dipolisikan dengan tuduhan ujaran kebencian SARA dan. Hanura menilai Amien Rais memang harus mempertanggungjawabkan ucapannya.

“Demokrasi itu bukan ‘bebas semau gue’, tapi harus ada tanggung jawab di dalamnya,” kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah kepada wartawan, Senin (16/4/2018).

Debat Elite PAN vs Hanura Gegara Partai SetanInas Nasrullah (Foto: dok. pribadi)

“Ucapan Amien Rais tentang ‘partai setan’ tidak ada kaitannya dengan demokrasi, melainkan hanya tingkah laku politikus comberan yang seenak udel-nya saja, dan hal ini tidak boleh terjadi di Indonesia,” imbuh dia.

‘Celoteh’ Inas soal Amien Rais itu menimbulkan reaksi keras dari PAN. Ketua DPP PAN Ali Taher tak terima Amien disebut sebagai politikus comberan dan balik menyerang Inas dengan sebutan kotoran.

“Sekarang yang ngomong comberan itulah yang nggak ngerti. Kotoran dia itu,” ujar Ali Taher di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4).

Inas pun kembali menanggapi reaksi PAN itu. Dia meminta partai pimpinan Zulkifli Hasan tersebut tidak marah namun membalas gaya politik.

“Dalam politik itu tidak perlu berang, tapi taktis dan tangkas,” ujar Inas saat dihubungi detikcom, Senin (16/4).

Menurut anggota DPR ini, seharusnya justru partai-partai yang disebut partai setanlah yang berang. Namun, menurut Inas, tak ada partai yang berang karena tak ada yang merasa seperti apa yang ditudingkan Amien Rais.

Ketua Komisi VIII Ali TaherKetua Komisi VIII Ali Taher (Lamhot Aritonang/detikcom)

“Kalau mau berang, seharusnya partai yang dianggap partai setanlah yang harus berang. Tapi nyatanya tidak ada yang berang, bukan?” lanjutnya.

Pembelaan untuk Amien bukan hanya datang dari Ali Taher. Ketum PAN Zulkifli Hasan menyebut seniornya itu berbicara tentang partai setan dan partai Allah dalam konteks ceramah agama.

“Pak Amien, ini lo, teman-teman lihat, itu acaranya 212, subuhan. Kuliah subuh. Pak Amien diundang sebagai Ketua Penasihat Alumni 212. Jadi Pak Amien ceramah agama,” ujar Zulkifli di sela acara ‘Cangkrukan’ di Surabaya, Jatim, Senin (16/4/2018).

Zulkifli meminta pernyataan Amien soal ‘partai setan’ tak perlu dijadikan polemik. Ia menegaskan ‘partai setan’ tak berkaitan dengan parpol di Indonesia.

“Jadi jangan diperluas, nggak ada hubungan sama partai politik. Ini ceramah agama, ada dalam Alquran, ayatnya saya lupa, kamu cek sendiri. Kuliah subuh. Penasihat 212,” kata Zulkifli, yang juga besan Amien.

Sebelumnya, Inas meminta Amien Rais pensiun saja dari dunia politik. Alasannya, agar tak ada lagi kegaduhan politik yang belakangan sering kali disebabkan oleh Amien.

“Saran saya kepada Amien Rais adalah segera saja pensiun dari dunia politik agar tidak selalu membuat gaduh perpolitikan di Indonesia,” ucap Inas.
(elz/jbr)

Sumber Berita Detik.Com Sbobet