Investasi Properti Lebih Untung di Indonesia atau Malaysia?

Investasi Properti Lebih Untung di Indonesia atau Malaysia?

JakartaMalaysia yang memiliki letak geografis dekat dengan Indonesia bisa menjadi alternatif tempat berinvestasi properti. Lantas sebagai pilihan berinvestasi, lebih baik beli properti di Indonesia atau Malaysia?

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan masing-masing negara sebenarnya bisa menjadi pilihan untuk berinvestasi properti. Semua itu tergantung kebutuhan investor.

“Kalau dikaitkan dengan properti di Indonesia, mana yang lebih baik, dikembalikan ke tujuan dan kebutuhan masing-masing,” katanya di Jakarta, Sabtu (4/8/2018).


Di Indonesia sendiri, keunggulan berinvestasi properti terletak pada banyaknya jumlah penduduk. Hal ini membuat permintaan terhadap produk properti tak pernah ada habisnya.

“Di Indonesia nggak kalah, kalau dari jumlah populasi nggak kalah dong. Dan biasanya kan orang beli properti untuk disewakan ke orang Indonesia sendiri. Tapi tergantung, kalau buat kesehatan atau pendidikan, ke Malaysia. Atau mau investasi di Indonesia untuk disewakan ke orang Indonesia,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada dua faktor mengapa investasi properti di Malaysia memang bisa jadi alternatif yang bagus, dibanding Indonesia.

“Kenapa Malaysia jadi alternatif, karena satu, berdasarkan Rumah.com Property Affordability Sentiment Index, Malaysia negara tujuan urutan ke-3 untuk investasi dari sisi masyarakat Indonesia sendiri yang menilai,” paparnya.

Kedua pendidikan dan kesehatan. Rumah sakit di sana dinilai bagus dan sering menjadi rujukan orang Indonesia. Jumlahnya kurang lebih 600 ribu orang Indonesia per tahun yang berobat di sana.

“Jadi itu sebetulnya bisa jadi kesempatan, banyak yang berobat ke Malaysia. Jadi kalau beli rumah, bisa saya sewa untuk orang orang Indonesia yang berobat di sana,” ujarnya.

Namun dari segi keuntungan yang didapat memang lebih besar di Indonesia. Investasi properti di Malaysia, dalam setahun perkiraannya hanya mampu memberi keuntungan sewa (yield) sekitar 4%. Sementara di Indonesia 7%.

“Tadi sempat diinfokan itu angkanya yield 4% kalau disewakan di Malaysia. Kalau di Indonesia 7% angkanya. Tapi kita mesti lihat lagi areanya sebelah mana,” tambahnya.

(fdl/fdl)SBOBET Indonesia | Daftar Sbobet Bola Casino Online