Kata Polisi Soal Tersangka Anak Agar Tak Langsung Ditahan

Kata Polisi Soal Tersangka Anak Agar Tak Langsung Ditahan

Jakarta – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly berharap agar tersangka anak tidak langsung ditahan. Polisi mengatakan penahanan anak di tingkat penyidikan sudah sesuai dengan aturan.

“Kita punya aturan, UU anak kan ada juga, kita mengacu kepada UU anak. Ya semua berbeda penahanan tidak sama dengan dewasa, kita semua koordinasi dengan KPAI. Jadi kita banyak komunikasikan. Tidak langsung dimasukkan ke tahanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat berbincang, Selasa (17/4/2018).

Argo menyebut tersangka anak tak serta merta ditahan. Polisi berkoordinasi dengan berbagai pihak sebelum menahan tersangka anak tersebut.

Selain itu, penahanan tersangka anak juga disesuaikan dengan tindak pidana yang dilakukan. Menurut Argo, tak semua tersangka anak ditahan.

“Ya itu tergantung tindak pidana, kalau misalnya memukul sekali sama teman, kita selesaikan (kekeluargaan) itu nggak masalah,” papar Argo.

Dalam menangani kasus, polisi juga membuka kemungkinan masalah diselesaikan di luar persidangan.

Restorative justice bukan polisi yang meminta, bukan, misalnya masalah pencurian keluarga diselesaikan, nggak masalah polisi juga tidak akan melanjutkan,” ucap Argo.

Sebelumnya, Yasonna berharap kasus pidana dengan tersangka anak tidak langsung ditahan. Tersangka anak menurut Menkum HAM sebaiknya diberikan pengalihan penyelesaian perkara dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana (diversi).

“Di tingkat penyidikan kalau dia anak-anak, program diversi itu dilakukan. Ketahuan ngambil handphone, sudah lah jangan terus dimasukin di lapas. Kasih lah program diversi, kasih ke orang tua,” kata Laoly di Lapas Khusus Anak Kelas 1 Tangerang, Selasa (17/4).

Laoly menyebut tindak pidana yang dilakukan anak biasanya bukan karena kemauan mereka. Faktor lingkungan bisa mempengaruhi anak melakukan tindak pidana.

(knv/mea)Sumber Berita Detik.Com Sbobet