Nasib Penari Erotis di Jepara: Dibayar Rp 1 Juta, Jadi Tersangka

Nasib Penari Erotis di Jepara: Dibayar Rp 1 Juta, Jadi Tersangka

Jakarta – Peringatan ulang tahun komunitas motor di Pantai Kartini, Jepara, berujung pada kasus hukum. Pasalnya, ada aksi 3 perempuan yang dinilai menari erotis.

Tiga penari itu pun telah berstatus tersangka. Sebelumnya, mereka tengah dicari polisi dan akhirnya menyerahkan diri. Ketiganya yaitu K, V dan E yang berasal dari 3 daerah berbeda yaitu Purwokerto, Semarang, dan Pati.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan ketiganya datang ke Mapolres Jepara tadi pagi, Selasa (17/4/2018), ditemani seorang agennya yaitu E alias Mami. Mereka langsung diperiksa, si Mami pun turut dimintai keterangan.

“Akhirnya tiga penari yang terlibat acara tersebut menyerahkan diri tadi pagi didampingi E, mami atau agennya,” kata Yudianto.

Dalam pemeriksaan, berbagai pengakuan 3 penari itu pun terkuak. Mereka mengaku dibayar Rp 3 juta atau masing-masing mengantongi Rp 1 juta untuk sekali tampil.

“Biaya Rp 3 juta untuk penari. Iya, itu untuk semua (tiga orang) sekali tampil,” imbuh Yudianto.

Para penari erotis itu mengatakan di awal perjanjian, kegiatan itu dilakukan di lokasi tertutup serta tanpa adanya dokumentasi. Namun, kenyataan di lapangan berbeda dengan perjanjian awal menurut pengakuan mereka. Pada akhirnya ketiga penari itu tetap beraksi karena si Mami telah mengantongi duit pembayaran.

“Perjanjiannya seperti itu (di ruang tertutup dan tanpa kamera). Tapi di lapangan berbeda,” ujar Yudianto.

“Karena sudah menerima bayaran, akhirnya para penari menuruti sesuai yang ada di lapangan,” imbuh Yudianto.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 14 April kemarin. Saat mendapatkan laporan, polisi mengaku langsung menghentikan kegiatan tersebut yang disebut awalnya mengantongi izin kegiatan organ tunggal.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan 6 orang tersangka termasuk 3 penari tersebut. Tiga tersangka lainnya yaitu B dan H selaku panitia penyelenggara dan AL selaku penghubung atau pencari penari.

Para penari itu dijerat dengan Pasal 34 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pornografi. Sedangkan tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pornografi.

(dhn/imk)

Sumber Berita Detik.Com Sbobet