Pemburu Badak Hitam Afrika Diringkus

Pemburu Badak Hitam Afrika Diringkus

Jumlah badak terus menyusut di wilayah Sahara Afrika.

REPUBLIKA.CO.ID, NAKURU — Petugas Kenya menangkap tersangka pemburu yang diduga melakukan pembunuhan badak hitam berusia 12 tahun. Badak hitam itu terbunuh pada bulan lalu di taman nasional Danau Nakuru.

“Tersangka ditahan di kantor polisi setempat dan sedang diperiksa,” kata Dinas Satwa Liar Kenya di Twitter-nya. Namanya tidak diumumkan.

Pengumuman itu datang di tengah kecaman atas kematian 11 hewan satwa, yang terancam punah. Kematian itu terjadi dalam proses pemindahan yang dinilai ceroboh.

Sepuluh dari 11 itu mati sesudah dipindahkan. Satu-satunya yang hidup kemudian mati setelah diserang singa. Penyelidikan mandiri menemukan hewan itu tertekan dan keracunan karena minum air asin.

Jumlah badak menyusut dalam beberapa tahun belakangan di Sahara Afrika. Tempat tersebut merupakan sarang gerombolan penjahat bersenjata yang membunuh gajah untuk gading dan badak untuk culanya. Sering kali, bagian dari hewan itu dikirim ke Asia untuk dijadikan hiasan dan obat.

Badak putih utara jantan terakhir di dunia mati di Kenya pada Maret. Hal itu menyisakan dua betina hidup dari jenisnya.

Saat ini, masih ada ribuan badak putih selatan yang masih berkeliaran di dataran sub-Sahara Afrika. Tetapi, perburuan puluhan tahun yang merajalela telah mengurangi secara drastis jumlah badak putih utara.

Pemburu dapat menjual tanduk badak putih utara seharga sekitar Rp 690 juta per kilogramnya, membuatnya lebih berharga daripada emas.

Kenya memiliki 20 ribu badak pada 1970. Angka itu anjlok ke hanya 400 pada 1990-an. Dinas Perlindungan Satwa Liar setempat menyatakan pada 2017, jumlahnya meningkat menjadi 1.258, yang 745 di antaranya badak hitam dan 510 badak putih selatan.

SBOBET Indonesia | Daftar Sbobet Bola Casino Online