Pemilik Apresiasi Putusan Hakim Minta Bareskrim Kembalikan Yacht

Pemilik Apresiasi Putusan Hakim Minta Bareskrim Kembalikan Yacht

Jakarta

Pengacara Equanimity (Cayman) Ltd Islands mengapresiasi putusan hakim yang mengabulkan gugatan praperadilan soal penyitaan yacht Rp 3,5 triliun. Hakim dalam putusannya menyatakan penyitaan yacht tidak sah dan memerintahkan Bareskrim mengembalikan yacht tersebut.

“Kami mengapresiasi putusan PN Jaksel yang mengabulkan praperadilan sita kapal Equanimity. Dengan putusan ini yang penting buat kita adalah bahwa kapal itu dengan batalnya sita, dengan (ptuusan menyatakan) tidak sahnya sita (harus) kembali kepada pemilik yaitu klien kita dari perusahaan Cayman,” ujar pengacara pemohon praperadilan Andi F Simangunsong usai sidang praperadilan di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jaksel, Selasa (17/4/2018).

Putusan yang mengabulkan permohonan disebut Andi memberikan kepastian hukum bagi penegak hukum terkait perjanjiankerja sama dengan aparat hukum negara lain. Aparat penegak hukum sambungnya, harus mengikuti aturan dalam UU Nomor 1/2006 tentang bantuan timbal balik masalah pidana.

“Dengan putusan ini saya kira hakim PN Jaksel sudah bisa memberikan koridor yang lebih tegas tentang terhadap permintaan bantuan hukum terkait pidana dari negara lain. Dengan putusan ini jelas bahwa aparat negara lain maupun pemerintah negara lain boleh meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk melakukan suatu tindakan dalam masalah pidana, tetapi ada koridor yamg harus dilalui yaitu UU nomor 1/2006,” kata Andi.

Setelah putusan ini, kapal menurut Andi rencananya diserahkan ke pemiliknya. Namun belum diketahui lokasi kapal akan dibawa karena pengoperasiannya dilakukan pemilik kapal.

“Saya kira setelah kapal diserahkan oleh penyidik Polri kepada klien kita, kita akan serahkan sepenuhnya kepada klien kita dia mau ngapain. Saya kira itu perlu dibahas lebih lanjut oleh klien kita,” ujar Andi.

(yld/fdn)

Sumber Berita Detik.Com Sbobet