Rayakan Hari Seba, Warga Baduy akan Jalan Kaki Ratusan Kilometer

Rayakan Hari Seba, Warga Baduy akan Jalan Kaki Ratusan Kilometer

Cilegon – Tahun ini, tradisi Seba Baduy atau upacara tahunan warga Baduy berjalan kaki ratusan kilometer dari pedalaman akan dilaksanakan pada 20-22 April. 2.000 Warga adat akan mendatangi Abah Gede (kepala daerah) mulai dari bupati Lebak, Pandeglang, Serang dan Gubernur Banten.

“Tradisi adat seperti Kawalu dan Ngalaksa sudah. Nanti Seba hari Jumat tanggal 20 April berangkat dari Desa Kanekes,” kata Kepala Adat Urusan Pemerintahan Jaro Saija, kepada detikcom, Selasa (17/4/2018).

Rencananya 2.000 orang dari warga adat Baduy, termasuk Baduy Dalam yaitu kampung Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik akan bertemu dengan bupati Lebak di pendopo Rangkasbitung. Khusus untuk warga Baduy Dalam, mereka akan berangkat sejak pukul 04.00 WIB karena harus berjalan kaki ratusan kilometer.

“Baduy Dalam dari Kanekes sekitar jam 4 pagi terus ke Rangkasbitung,” ujarnya.

Keesokan harinya, warga adat kemudian ke Pandeglang lalu ke Kota Serang untuk bertemu dengan Gubernur Banten sebagai Bapak Gede. Dalam upacara adat Seba, warga akan menyampaikan laporan pelestarian alam yang dilakukan oleh warga adat. Juga menyampaikan pesan-pesan agar pemerintah membantu menjaga keharmonisan antara manusia dan alam.

“Di manapun perlindungan alam memang perlu dilaporkan karena harus terjaga. Kalau dijaga harus dapat dukungan dari pemerintah,” paparnya.

Selain itu, warga adat juga akan menagih pemerintah daerah soal pencantuman kepercayaan dalam KTP. Selama ini, KTP khususnya bagi warga Baduy memang dikosongkan tanpa pencantuman identitas keagamaan.

Pelaksanaan Seba menurutnya juga diatur dalam kalender adat Baduy pada tanggal ke-4 dan ke-5 bulan Sapar. Selain akan menyapa kepala daerah, warga juga akan membawa hasil bumi masyarakat Baduy mulai dari pisang, gula aren dan beras terbaik.

Seba merupakan upacara wajib dan amanat leluhur warga Baduy. Pelaksanaan ini memiliki makna batiniah menjunjung amanat leluhur dan secara lahirian datang kepada pemerintah. Khusus bagi Baduy Dalam, aturan adat melarang mereka mengendarai segala jenis kendaraan bermotor. Mereka berjalan kaki dari pedalaman selatan melewati hutan sampai ke Serang.

“Tugas ritual Seba setiap tahun wajib karena satu rangkaian adat ada Kawalu, Ngalaksa dan terakhir Seba,” kata Ayah Mursyid dari tokoh adat Baduy Dalam beberapa waktu lalu kepada detikcom.
(tfq/tfq)

Sumber Berita Detik.Com Sbobet