Sandiaga: Moskow Salut dengan Program Ganjil-Genap di Jakarta

Sandiaga: Moskow Salut dengan Program Ganjil-Genap di Jakarta

Moskow – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pemerintah Moskow, Rusia, mengapresiasi program ganjil-genap bisa diterapkan di Jakarta. Menurutnya, Moskow berniat meniru program ganjil-genap untuk mengurangi kemacetan.

Sandi mengatakan, pujian itu datang dari Kepala Deputi Departemen Ekonomi Eksternal dan Hubungan Internasional Moskow Ilya Kuzmin. Menurutnya Ilya mengikuti pemberitaan soal penerapan ganjil-genap di Jakarta.

“Kombinasi yang kita dapatkan dari sini mereka juga memberikan apresiasi dan salut terhadap kita bisa menerapkan ganjil genap. Rusia belum berhasil menerapkan sistem ganjil genap,” kata Sandi saat diwawancarai detikcom usai acara Jakarta Cultural Night di The Institute of Asian and African Countries at Lomonosov Moscow State University, Moskow, Rusia, Rabu (1/8/2018) malam.

“Dia (Ilya-red) tanya spesifik tentang ganjil-genap. Dia bilang kalau misalnya ini…dia juga pengen nyoba di Moskow,” sambung wakil gubernur usungan Partai Gerindra dan PKS ini.

Sandiaga menuturkan, penggunaan transportasi publik memang sangat tinggi di Moskow. Dalam satu hari ada 8 juta warga Moskow dan sekitarnya menggunakan transportasi publik. Sementara di Jakarta, transportasi publik seperti TransJakarta baru mendekati angka 600 ribu. Sandiaga mengatakan ini jadi pekerjaan rumah (PR) untuk mencari cara bagaimana meningkatkan penggunaan transportasi publik di Jakarta hingga empat sampai enam kali lipat.

Namun demikian, meski penggunaan transportasi publik di Moskow tinggi, menurut Sandiaga pemerintah Moskow belum berhasil mengatasi kemacetan. Warga masih banyak yang menggunakan kendaraan pribadi.

“Mereka belum bisa juga mengurangi traffic karena Moskow juga salah satu kota yang termacet di dunia. Tadi Wali Kota Moskow juga bilang satu yang belum bisa mereka selesaikan adalah masalah lalu lintas. Walaupun transportasi publiknya salah satu terbaik di dunia tapi tetap saja banyak masyarakat yang masih menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Sandi.

Atas alasan tersebut, lanjut Sandi, pemerintah Moskow tertarik untuk menerapkan sistem ganjil-genap untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Di sisi lain menurut Sandiaga ada juga sejumlah hal yang dia pelajari dari Moskow terkait pengelolaan kota. Salah satunya penerapan CCTV dalam menindak pelanggar lalu lintas.

“Mereka menerapkan sistem di mana kamera-kamera pengawas jalan bisa menilang. Jadi kalau ada yang menerobos lampu merah, parkir sembarangan, atau berhenti tidak pada tempatnya, langsung ditilang. Dari total hasil tilang itu mereka bisa mendapatkan pemasukan denda. Itu dalam 2 tahun dendanya dikumpulkan bisa menutup biaya investasi di sistem itu. Jadi luar biasa sekali pendekatannya,” ujarnya.

(hri/rvk)

SBOBET Indonesia | Daftar Sbobet Bola Casino Online