Serunya Pemetaan Oposisi Jokowi

Serunya Pemetaan Oposisi Jokowi

Jakarta – Partai koalisi pendukung Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 sudah menyepakati cawapres meski belum diumumkan. Sedangkan koalisi oposisi masih cair dan dinamis. Bagaimana peta oposisi?

Saat ini empat parpol di luar koalisi pendukung Jokowi, yakni Partai Demokrat, Gerindra, PAN, dan PKS, terus melakukan komunikasi politik. Pertemuan demi pertemuan dilangsungkan dan makin intens menjelang pendaftaran capres pada 4-10 Agustus 2018. Pertemuan-pertemuan ini membuat peta politik menjelang Pilpres 2019 makin seru alias memanas.

Pertemuan yang cukup menyita perhatian adalah kala Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/7). Pertemuan itu belum berujung koalisi, dan Prabowo belum bisa menggenggam tiket capres.


Gerindra memiliki 73 kursi di DPR atau 13 persen kursi. Artinya, Prabowo belum berhasil menggenggam tiket sebagai capres yang diusung beberapa parpol untuk Pilpres 2019.

Namun pertemuan SBY-Prabowo ini disebut masih pertemuan pertama. Pembahasan koalisi akan dilanjutkan oleh tim khusus PD dan Gerindra.

“Setelah pertemuan pertama, kami akan lakukan pembahasan secara substantif di hari-hari mendatang,” ujar SBY saat jumpa pers bersama Prabowo.

Hasil pertemuan dengan SBY itu kemudian dibahas Prabowo saat bertemu dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri di kediaman Prabowo di Kertanegara, Kamis (26/7) malam. Waketum Gerindra Fadli Zon mengungkapkan, pada intinya disepakati hal-hal terkait koalisi. Namun Fadli enggan membeberkan apakah disepakati satu dari sembilan nama yang diajukan PKS untuk mendampingi Prabowo.

“Membicarakan tentang perkembangan update. Pak Prabowo juga menyampaikan hasil-hasil pertemuan dengan Pak SBY,” kata Fadli Zon saat dihubungi detikcom, Jumat (27/7/2018).

Untuk mematangkan koalisi, Prabowo kembali bertemu dengan Salim Segaf Al-Jufri sekaligus Presiden PKS Sohibul Iman. Ketiganya bertemu di acara Ijtimak Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat (27/7) malam.

“Insyaallah Pak Prabowo akan menemui Ketua Majelis Syuro PKS, tentu untuk membicarakan kelanjutan daripada perkoalisian ini,” ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid saat dimintai konfirmasi di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Sementara itu, setelah bertemu Prabowo, SBY juga menerima kedatangan Ketum PAN Zulkifli Hasan di kediaman SBY, Rabu (25/7). Keduanya juga belum sepakat berkoalisi.

SBY menyebut Demokrat dan PAN sepakat terus menjalin komunikasi hingga akhir pendaftaran pasangan calon Pilpres 2019, yakni 10 Agustus 2018. Namun, untuk malam ini, belum ada keputusan akan berkoalisi.

Setelah dengan Prabowo dan Zulkifli Hasan, Demokrat menegaskan ada rencana SBY bertemu dengan PKS, yang berpotensi menjadi rekan koalisi di Pilpres 2019. Ada informasi yang beredar bahwa SBY-PKS akan bertemu pada Sabtu (28/7) besok. Ketua DPP PD Jansen Sitindaon belum bisa memastikannya.

“Benar sekali. Sesudah kemarin bertemu dengan Pak Prabowo dan PAN, dalam perbincangan kami semalam dengan Pak SBY di rumah Kuningan, memang ada rencana Pak SBY juga akan bertemu dengan teman-teman PKS,” ujar Jansen, Jumat (27/7).

Serunya cerita pertemuan parpol di luar koalisi pendukung Jokowi ini belum berakhir. Tim-tim khusus yang dibentuk masing-masing parpol terus merancang bangunan koalisi pilpres yang terbaik. Apakah pertemuan-pertemuan ini berujung koalisi PD-PKS-Gerindra-PAN di Pilpres 2019? Lantas siapakah capres dan cawapres yang bakal diusung?
(idh/van)

SBOBET Indonesia | Daftar Sbobet Bola Casino Online