Tentara Israel Serbu Masjid Al Aqsa, 40 Orang Terluka

Tentara Israel Serbu Masjid Al Aqsa, 40 Orang Terluka

Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi atas penyerangan Al Aqsa

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Pasukan polisi Israel menyerbu komplek Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur. Mereka menembakkan gas air mata serta granat ke para jamaah yang berkumpul di sana untuk Shalat Jumat, (27/7).

Sekumpulan polisi tersebut juga menyegel gerbang Masjid dengan rantai. Hal itu membuat beberapa jamaah terjebak di dalam selama dua setengah jam lebih. 

Dilansir Al Jazeera, Sabtu, (28/7), sekitar 40 warga Palestina terluka dalam kejadian tersebut. Sebanyak enam orang Palestina juga ditangkap Israel. 

“Sekitar 60 tentara memasuki komplek masjid. Mereka menggunakan gas air mata dan granat untuk membubarkan jamaah setelah Shalat Jumat,” ujar Juru Bicara Otoritas Wakaf Al Waqf yang dikelola Yordania. 

Dalam sebuah pernyataan, Ia menambahkan dua penjaga mereka terluka. Mereka terluka diserang dan terkena granat Israel. 

“Pasukan keamanan Israel mengatakan, batu dan kembang api dilemparkan ke pasukan keamanan yang benar-benar diperbolehkan memposisikan diri di komplek Al Aqsa. Itu hal rutin, tapi kemudian pasukan penegak hukum datang bergegas dan ada situasi orang-orang dievakuasi oleh Al Waqf dari situs,” ujar Wartawan Al Jazeera Andrew Simmons yang melaporkan dari Bukit Zaitun di Yerusalem Timur. 

Belum jelas apa alasan pasukan Israel menyerang komplek itu. Hanya saja, kerusuhan tersebut bertepatan dengan peringatan pertama protes Al Aqsa pada Juli 2017, ketika puluhan ribu warga Palestina di luar komplek masjid selama hampir dua minggu. 

Saat itu, warga Palestina memprotes detektor logam baru yang dipasang Pemerintah Israel. Komplek Masjid Al Aqsa dinilai salah satu masalah paling sering menyulut konflik Israel-Palestina. 

SBOBET Indonesia | Daftar Sbobet Bola Casino Online