Terobos Palang Pintu Perlintasan KA Didenda Rp 750 Ribu

Terobos Palang Pintu Perlintasan KA Didenda Rp 750 Ribu

Jakarta – Menerobos palang pintu perlintasan sebidang rel kereta api sangat membahayakan keselamatan jiwa. Pengendara yang terbukti menerobos perlintasan juga bisa dikenakan denda maksimal Rp 750 ribu.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, ketentuan pidana penerobosan di perlintasan KA diatur dalam Pasal 296 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

“Pasal tersebut mengatur ketentuan denda bagi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu KA sudah mulai ditutup dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan ata denda paling banyak Rp 750 ribu,” jelas Budiyanto kepada detikcom, Selasa (17/4/2018).

Dalam Pasal 106 ayat (4) No 22 Tahun 2009 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan:
a. Rambu perintah atau rambu larangan;
b. Marka Jalan;
c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
d. Gerakan Lalu Lintas;
e. Berhenti dan Parkir;
f. Peringatan dengan bunyi dan sinar;
g. Kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau
h. Tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain.

Sementara kewajiban pengemudi dalam berkendara di perlintasan KA juga diatur dalam Pasal 114 yang berbunyi:
Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib:
a. berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta
api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain;
b. mendahulukan kereta api; dan
c. memberikan hak utama kepada Kendaraan yang lebih
dahulu melintasi rel.

Dengan adanya ketentuan tersebut, setiap pengemudi kendaraan pada perlintasan sebidang antara KA dan jalan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu sampai ditutup. Meski di perlintasan tersebut tidak ada palang pintu dan rambu ‘STOP’ dan ‘Awas KA’, pengemudi kendaraan wajib berhenti sesaat dan/atau melanjutkan perjalanan setelah dipastikan selamat dari konflik lalu lintas dari arah lainnya.

“Bahwa pintu perlintasan pada pemotongan sebidang tersebut berfungsi untuk mengamankan perjalanan KA,” tuturnya.

(mea/bpn)

Sumber Berita Detik.Com Sbobet